Deskripsi Produk
Penampilan: Bubuk halus
Jumlah Bakteri Hidup: ≥ 20 miliar CFU/gram
Komponen Utama:
Bakteri nitrifikasi
Enzim
Aktivator biologis
Formulasi canggih ini memfasilitasi transformasi amonia dan nitrit menjadi gas nitrogen yang tidak berbahaya, meminimalkan bau, menghambat bakteri anaerob berbahaya, dan mengurangi polusi atmosfer dari metana dan hidrogen sulfida.
Fungsi Utama
Penghilangan Nitrogen Amonia dan Nitrogen Total
Mempercepat oksidasi amonia (NH₃) dan nitrit (NO₂⁻) menjadi nitrogen (N₂)
Mengurangi kadar NH₃-N dan TN secara cepat.
Meminimalkan bau dan emisi gas (metana, amonia, H₂S)
Meningkatkan Pengaktifan Sistem dan Pembentukan Biofilm
Mempercepat aklimatisasi lumpur aktif
Mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk pembentukan biofilm
Mengurangi waktu tinggal air limbah dan meningkatkan kapasitas pengolahan.
Peningkatan Efisiensi Proses
Meningkatkan efisiensi penghilangan nitrogen amonia hingga 60% tanpa memodifikasi proses yang ada.
Agen mikroba yang ramah lingkungan dan hemat biaya.
Bidang Aplikasi
Cocok untuk berbagai sistem pengolahan air limbah, termasuk:
Instalasi pengolahan air limbah kota
Limbah air industri, seperti:
air limbah kimia
Limbah pencetakan & pewarnaan
Cairan lindi sampah
air limbah pengolahan makanan
Limbah industri kaya organik lainnya
air limbah kimia
Limbah pencetakan & pewarnaan
Cairan lindi sampah
air limbah pengolahan makanan
Limbah industri kaya organik lainnya
Instalasi pengolahan air limbah kota
Dosis yang Disarankan
Air Limbah Industri: 100–200 g/m³ (dosis awal), 30–50 g/m³/hari untuk respons fluktuasi beban
Air Limbah Perkotaan: 50–80 g/m³ (berdasarkan volume tangki biokimia)
Kondisi Aplikasi Optimal
| Parameter | Jangkauan | Catatan | |
| pH | 5,5–9,5 | Kisaran optimal: 6,6–7,4, terbaik di sekitar 7,2 | |
| Suhu | 8°C–60°C | Optimal: 26–32°C. Di bawah 8°C: pertumbuhan melambat. Di atas 60°C: aktivitas bakteri menurun. | |
| Oksigen Terlarut | ≥2 mg/L | Kadar DO yang lebih tinggi mempercepat metabolisme mikroba hingga 5–7 kali lipat di dalam tangki aerasi. | |
| Salinitas | ≤6% | Efektif digunakan pada air limbah dengan salinitas tinggi. | |
| Unsur Jejak | Diperlukan | Termasuk K, Fe, Ca, S, Mg – biasanya terdapat dalam air atau tanah. | |
| Ketahanan Kimia | Sedang hingga Tinggi |
|
Pemberitahuan Penting
Kinerja produk dapat bervariasi tergantung pada komposisi air limbah yang masuk, kondisi operasional, dan konfigurasi sistem.
Jika terdapat bakterisida atau disinfektan di area perawatan, zat tersebut dapat menghambat aktivitas mikroba. Disarankan untuk mengevaluasi dan, jika perlu, menetralkan dampaknya sebelum mengaplikasikan agen antibakteri.










